SAMBUNGAN PERTEMUAN KETUJUH

DASAR - DASAR PEMIKIRAN SEPERTI BERIKUT PERLU DI PERTIMBANGKAN :

  • Kebugaran dan kesehatan
  • Keterampilan fisik
  • Terkuasainya prinsip - prinsip gerak 
  • Kemampuan berfikir 
  • Kepekaan rasa 
  • Keterampilan sosial
  • Kepercayaan diri dan citra diri
A. Kebugaran dan kesehatan
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.

B. KETERAMPILAN FISIK
Keterampilan adalah - Aktivitas fisik terutama olahraga sangat membutuhkan keterampilan dalam prakteknya untuk dapat memberikan penampilan yang baik.Menurut Schmidt yang dikutip oleh Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra, (2006: 61), keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan kepastian yang maksimum, tetapi dengan pengeluaran energi dan waktu yang minimum.Pada hakikatnya manusia sangat membutuhkan keterampilan dalam kehidupan sehari- hari karena dengan keterampilan manusia dapat menyelesaikan tugas- tugasnya dan dapat mengatasi masalah dalam hidupnya (Amung Ma’mun & Yudha M. Saputra, 2006: 59).

Definisi Keterampilan Menurut Para Ahli
Menurut Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra. (2000: 58), untuk memperoleh tingkat keterampilan diperlukan pengetahuan yang mendasar tentang bagaimana keterampilan tertentu dihasilkan atau diperoleh serta faktor-faktor apa saja yang berperan dalam mendorong penguasaan keterampilan.
Menurut Schmidt yang dikutip oleh Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra, (2000:68),”keterampilan digolongkan menjadi dua, yaitu
keterampilan yang cenderung ke gerak, dan 
keterampilan yang mengarah ke kognitif.
Dalam keterampilan gerak, penentu utama dari keberhasilannya adalah kualitas dari gerakannya itu sendiri   tanpa memperhatikan persepsi serta pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keterampilan yang dipilih, misalnya dalam olahraga lompat tinggi, si pelompat tidak perlu memperhitungkan kapan dan bagaimana harus bertindak untuk melompati mistar tetapi yang dilakukan adalah melompat setinggi dan seefektif mungkin, sedangkan dalam keterampilan kognitif hakekat dari gerak tidak penting, tetapi  keputusan gerakan apa dan yang mana yang harus dibuat merupakan hal yang terpenting.”.

Faktor Keterampilan

Pencapaian suatu keterampilan dipengaruhi oleh banyak faktor yang secara umum dibedakan menjadi tiga hal utama, yaitu
  1. faktor proses belajar mengajar, 
  2. faktor pribadi, dan 
  3. faktor situasional 
(Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra, 2000: 70).

Menurut Sudrajat Prawirasaputra (2000: 19-22), penguasaan keterampilan pada setiap cabang olahraga berlandaskan pada penguasaan keterampilan dasar yaitu keterampilan dasar tersebut  secara umum terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu
  1. keterampilan lokomotor, 
  2. keterampilan non lokomotor, dan 
  3. keterampilan manipulatif.

Berdasarkan beberapa kajian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah kemampuan untuk mencapai hasil dari suatu penampilan yang dipengaruhi oleh faktor latihan, individu dan situasional.Pada pelakasanaan latihan dibutuhkan keteraturan dan terukur.

C. TERKUASAINYA PRINSIP - PRINSIP GERAK 

Pendidikan jasmani yang baik harus mampu meningkatkan pengetahuan anak tentang prinsip - prinsip gerak. pengetahuan tersebut akan membuat anak mampu memahami bagaimana suatu keterampilan  di pelajari hingga tingkatnya yang lebih tinggi. dengan demikian, seluruh gerakannya bisa lebih bermakna. sebagai contoh, anak harus mengerti mengapa kaki harus dibuka dan bahu di rendahkan ketika anak sedang berusaha menjaga keseimbangannya. mereka juga diharapkan mengerti mengapa harus dilakukan pemanasan sebelum berolahraga, serta apa akibatnya terhadap derajat kebugaran jasmani bila seseorang berlatih tidak teratur?
Namun demikian, sumbangan pendidikan jasmani pun bukan hanya bersifat fisik semata, melainkan merambah pada peningkatkan kemampuan oleh pikir seperti kemampuan membuat keputusan dan olah rasa seperti kemampuan memahami perasaan orang lain (empati).

D. KEMAMPUAN BERFIKIR

Memang sulit diamati secara langsung bahwa kegiatan yang diikuti oleh anak dalam penjas dapat meningkatkan kemampuan berfikir anak. namun demikian dapat di tegaskan di sini bahwa penjas yang efektif mampu merangsang kemampuan berfikir dan daya analisis anak ketika terlibat dalam kegiatan-kegiatan  fisiknya. pola-pola permainan yang memerlukan tugas-tugas tertentu akan menekankan pentingnya nalar anak dalam  hal membuat keputusan.
Taktik dan strategi yang melekat dalam berbagai permainan pun perlu dianalisi dengan baik untuk membuat keputusan yang tepat dan cepat. secara tidak langsung,  keterlibatan anak dalam penjas merupakan latihan untuk menjadi pemikir dan pengambil keputusan yang mandiri.
Dalam kegiatan penjas banyak sekali  adegan pembelajaran yang memerlukan diskusi terbukan yang menantang penalaran anak. teknik gerak dan prinsip-prinsip yang mendasarinya merupakan topik-topik yang menarik untuk didiskusikan.peraturan permainan dan variasi-variasi gerak juga bisa dijadikan rangsangan bagi anak untuk memikirkan pemecahannya.

E. KEPEKAAN RASA

Dalam hal olahraga penjas menempati posisi yang sungguh unik. kegiatannya yang selalu melibatkan anak dalam kelompok kecil maupun besar merupakan wahana yang tepat berkomunikasi dan bergaul dalam lingkup sosial. dalam kehidupan sosial, setiap individu  akan belajar untuk bertanggung jawab melaksanakan peranannya sebagai anggota masyarakat. di dalam masyarakat banyak norma yang harus ditaati dan aturan  main yang melandasinya. melalui penjas, norma dan aturan dipelajari, dihayati dan diamalkan.
Untuk dapat berperan aktif, anak pun akan menyadarinya bahwa ia dan kelompoknya harus menguasai beberapa keterampilan yang diperlukan. sesungguhnya ialah bahwa kegiatan penjas disebut sebagai ajangnya nyata untuk melatih keterampilan-keterampilan hidup (life skill), agar seseorang dapat hidup berguna dan tidak menyusahkan masyarakat.


F. KETERAMPILAN SOSIAL
Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, di mana keterampilan ini merupakan perilaku yang dipelajari.

G. KEPERCAYAAN DIRI DAN CITRA DIRI
Percaya Diri (Self Confidence) adalah meyakinkan pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya.
Citra diri adalah konsep yang dibentuk di dalam pikiran kita mengenai seperti apa kita sebagai seseorang manusia. Kita semua dapat menarik gambaran mental akan diri sendiri dan gambaran ini akan cenderung bertahan secara stabil seiring waktu kecuali kita mengambil langkah – langkah pertimbangan untuk mengubahnya. Citra diri kita penting dalam sebagian besar alasan tetapi kebanyakan karena tingkat keakuratan dan keseimbangannya akan mempengaruhi secara signifikan kepada keseluruhan kesehatan psikologis dan karakter hubungan kita dengan orang lain.

PENDIDIKAN JASMANI 
Pendidikan jasmani adalah salah mata pelajaran di sekolah yang merupakan media pendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, sikap sportifitas, pembiasaan pola hidup sehat dan pembentukan karakter (mental, emosional, spiritual dan sosial) dalam rangka mencapai tujuan sistem pendidikan Nasional.

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan satu mata ajar yang diberikan di suatu jenjang sekolah tertentu yang merupakan salah satu bagian dari pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk bertumbuh dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras dan seimbang (Depdiknas, 2006:131).



Tujuan Pendidikan Jasmani 

Menurut Suryobroto (2004:8), tujuan pendidikan jasmani adalah untuk pembentukan anak, yaitu sikap atau nilai, kecerdasan, fisik, dan keterampilan (psikomotorik), sehingga siswa akan dewasa dan mandiri, yang nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pendidikan Jasmani menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. 
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
  5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis.
  6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil serta memiliki sikap yang positif.
Menurut Suherman (2009:7), tujuan pendidikan jasmani secara umum deklasifikasi menjadi empat tujuan perkembangan, yaitu:
  1. Perkembangan fisik. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan-kekuatan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang (physical fitnes).
  2. Perkembangan gerak. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan melakukan gerak secara efektif, efisien, halus, indah, dan sempurna (skill full).
  3. Perkembangan mental. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan berfikir dan menginterpretasikan keseluruhan pengetahuan tentang pendidikan jasmani ke dalam lingkungannya.
  4. Perkembangan sosial. Tujuan ini berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat.



TABEL  1. PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN JASMANI DENGAN OLAHRAGA SECARA SEDERHANA

Perbedaan Antara Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Pendidikan Jasmani
Olahraga
·       Sosialisasi atau mendidik via  olahraga
·       Menekankan perkembangan kepribadian menyeluruh
·       Menekankan penguasaan keterampilan dasar
·      Sosialisasi atau mendidik ke dalam olahraga
·      Mengutamakan penguasaan Keterampilan berolahraga
·      Menekankan penguasaan  teknik dasar









Komentar

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN KEEMPAT

PERTEMUAN KEDUA

SAMBUNGAN PERTEMUAN KEENAM